Kamis, 26 Juni 2014

Klonengan

 dulu aku hobby upload foto, namun sekarang tidak. sekarang aku upload sewajarnya. dulu aku lumayan sering melihat foto ku dipakai orang lain untuk akun sosial mereka. oiya, jangan sebel dulu ya, aku tak merasa ke"ganteng"an kok, wkwkwk. aku juga heran kenapa mereka sempat-sempatnya memakai fotoku untuk jati diri sosial media mereka.


dan hari ini aku lihat ada yang memakai fotoku lagi. kalau orang-orang terkenal seperti kebanyakan tokoh asli maupun di TV sih sudah wajar keles ya? namun, pertanyaanya aku ini siapa kok potonya kalian pakai? apakah aku ini ganteng? *ehmm ehmm* biasa aja. Apakah aku ini terkenal? Enggak juga!.haha

aku kadang takut juga lho twips, soalnya aku ini tidak terkenal atau famous, so orang-orang cenderung percaya kalau akun palsu/klonengan itu asli. bingung ya? maksudnya orang-orang tak curiga kalau akun orang yang pakai fotoku itu memakai foto palsu. tambah bingung ya? mbuh, intine wong-wong ra curigo, tak kiro kowe wis mudeng. bisa membantuku berkata-kata tak? wkwkwk

eh wait, tapi kalau dibilang klonengan sih sepenuhnya tidak. biasanya mereka tak memakai namaku, walau yang kutemui hanyalah nama mereka sendiri namun di-alay-kan.

contoh :
ini foto aku pas nge -DJ. tapi sekarang sudah pensiun, tobat.

duh ndan, aku tak ingin hilang ingatan ndan

kalau buat yang baik-baik sih aku tak mengapa, tapi kalau sudah dibuat untuk kepentingan per-alay-an apalagi kejahatan, aku jelas tak rela. di wall salah satu akun orang yang pakai fotoku (lihat gambar diatas), terdapat banyak komen cewek, aku langsung menaruh curiga kalau orang ini sering godain cewek didunia maya, nah ini yang tak aku suka.

kalau kalian pakai foto Dede Herlino, Tukul atau siapalah orang terkenal lainya, mungkin orang bisa langsung mengira kalau itu bukanlah akun yang sebenarnya.nah, karena aku bukan orang terkenal yang mondar-mandir di TV, orang bisa mengira akun kalian yang pakai foto ku adalah aku yang nyata. jadi tak usah lah ya pakai foto aku untuk meningkatkan kegantengan kalian, wkwkwk apa sih. maksudnya begini, jadilah diri dengan fisikmu yang indah itu sendiri, yang apa adanya, dan pasang foto mu sendiri. akakaka

namun, ok fiks deh, aku sadar ini dunia yang maya dimana aku tak punya kuasa untuk mengendalikanya. kalian boleh pakai poto aku, *ceileeh kaya siape aje* wkwkwk, tapi ingat jangan diedit yang tidak-tidak, dan jangan dimanfaatkan untuk kejahatan. Dan yang paling penting jangan mengesankan akun kamu itu adalah aku, kalau perlu tulislah "ini bukan poto gue", nah susah kan? haha.

Awan Gunawan

Jumat, 13 Juni 2014

Revolusi Mental Latah I Stand on The Right Side

banyak yang ganti poto profil Socmed mereka dengan gambar separuh warna merah lengkap dengan kalimat "I Stand on The Right Side", mendandakan bahwa si pemakai adalah pendukung Capres tertentu. Kira-kira gambarnya seperti ini :


Oke fiks, dan seperti biasa, aku punya "I Stand on The Right Side" versi sendiri. ini adalah bentuk dukungan moril buat teman-teman yang tidak karuan lepas kontrol tak terkendali dalam mendukung capres pilihanya, semoga kita cepat sembuh. Berikut :


Junk And BlinkSaTAND! So All NYA Beast A Bike In KeepLAYside. Ya, kalau jenis kalimat dari cabang bahasa per-alay-an ini kita konversikan kedalam bahasa kita maka terkandung makna "Jangan Blingsatan Soalnya Bisa Bikin Kepleset". Nah, cukup Wise bukan?

Tidak sampai disitu, kali ini aku beri anda bonus "poto bonus", berikut :


Sayangnya isi kalimat ini sudah kadaluarsa, namun tak apalah buat hiburan kamu. iya, kamu.

Awan Gunawan

Selasa, 03 Juni 2014

Melawan Bergol

sekitar jam 3 pagi, terdengar suara riak di perikanan, intinya seperti ada aktivitas disana, tapi bukan aktivitas ikan.
juga terdengar suara rintihan kayak bayi atau kucing kesakitan, nano-nano benar malam ini. yang jelas mahluk apakah itu?

aku coba memberi takut dengan kejutan, yaitu dengan memainkan (mati/hidup) lampu belakang rumah. haha, namun sepertinya it doesn't work.
ok, aku putuskan keluar menuju belakang rumah sekalian buang hajat. maksudnya bukan buang hajat diemperan belakang rumah, tapi memang letak kamar mandi kami ada di luar rumah,
dan itu wajar kalau di daerah sragen.

suasana mencekam mirip hutan, beneran. ya iya lah. rumah aku paling timur, masih area jawa tengah. setelah itu ada semak2, nah kolam aku ada disitu.
ketimur lagi ada kebun jati disusul hamparan sawah menjulang sampai jawa timur.

dari belakang rumah memandang ke arah timur, gelapnya bukan main. aku ambil beberapa batu, kulempar random kearah kolam, kearah kebun, dan kearah mana saja di kegelapan,
asalkan gak kearah perumahan. haha, tenang saja, siapa warga yang bakal nongkrong disitu? disemak-semak perkebunan dan sawah yg menjulang sampai jawa timur?
mungkin ada, maling yang lagi istirahat kali. tapi intinya aku prediksi amanlah kalau aku lempar-lempar batu kerikil dan semacamnya.

setelah beberapa lemparan, kayaknya masih terdengar suara aneh dari kolam yag terhalang tumbuh-tumbuhan. aku lempar lagi, akhirnya terdengar mahluk2 berlarian.
suara pelarian mereka terdeteksi dari suara ranting dan daun yang mereka injak.

wait, mereka? berarti lebih dari satu? iya, itu prediksi aku.

tapi sebenarnya mahluk apakah yang aku lawan? konon katanya, mereka itu adalah hewan yang bernama "bergol", mirip kucing, warna hitam, bisa berenang, gemar makan ikan.
metode yang mereka gunakan adalah memperkeruh kolam kemudian baru menangkap para ikan.
mereka biasa datang berkelompok, dan katanya juga, berani melawan manusia. tapi kalaupun benar, saat itu posisi saya masih rada aman soalnya terhalang pagar kayu.

aku sendiri belum pernah melihatnya secara langsung, pak dhe aku katanya pernah. namun kayaknya, aku pernah jadi korbanya. ikan sekolam habis selama dua malam, sisa ethol-ethol dan beberapa doang maybe.
dipagi pertama aku pikir apakah kolam ku ini di rese in sama orang? kok keruh ya? yaudah aku biarin dulu. eh, pagi berikutnya isi dalam kolam sudah habis.
ya aku belum bisa pastikan kalau itu ulah bergol, namun para profesional mengatakan kalau itu ulah mereka. nah, malam ini aku tak ingin itu terulang kembali. Serbu!