Selasa, 22 Maret 2016

Sesuai Prosedur

benar, kalau sesuai prosedur itu enak. tapi sayangnya kita ini suka cari shortcut berharap mencapai hasil yang lebih penak. alasanya biar gak ribet, menghemat waktu dll. padahal kalau shortcut itu meleset bisa menambah masalah baru, keribetan dan keruwetan. opo kui. wkwk

hari ini, ada salah satu konsumen kami yang beli produk mengajukan komplen. entah kronologisnya bagaimana, CS saya yang tahu. intinya, setelah di cek ke aplikasi menunjukan bahwa barang sudah "delivered", tapi anehnya sang pemesan belum menerima barang. lha terus siapa ini yang menerima barang? wkwkwk

CS pun lapor kesaya, minta tolong untuk protes ke kantor pusat kurir nya. saya pun telp ke sana. si mbak nya bilang intinya, sudah di terima, tapi kok yang menerima Y4n1 (bukan nama sebenarnya) padahalkan itu beda sama nama konsumen saya. wkwkwk.

saya lapor balik ke CS, penerimanya nama nya y4n1, coba suruh cek siapa tahu keluarga/tetangga. haha, CS membalas, bahwa katanya tidak ada yang namanya y4n1. puosiiiiiing sist, wkwk.

dan Alhamdullilah, setelah beberapa menit, CS kembali menghubungi saya melalui pesan chat
"uwis ketemu digowo tanggane sing kerjo neng ***** jebule" (sudah ketemu dibawa tetangganya yang kerja di ***** ternyata)

sayapun cuma membalas "Wkwkwk"

Ahahahaha, ternyata tetangga nya itu kerja di perusahaan kurir yang kita pakai. Mungkin niatnya baik, dicangking alias dibawakan, toh kan tetangga, maybe biar tak terlalu lama menendap dikantor menunggu pak kurir mengantarkan. namun, alhasil apa? Konsumen, CS dan saya pun sempat bersitegang WKWKWKWKWK. so, next, biar sesuai prosedur aja yah bunda, nunggu pak kurir aja, ndak usah di cangking. biar semua tenang, ahahaha.

Senin, 21 Maret 2016

Insight

Diari umum, 21 3 16

Hehehe, what are you doin Mr. Awan?

kok bisaaa lupa tu lho, padahal kan ini udah lama?

yups, di Facebook kan ada audience insights? aneh nya saya belum memanfaatkanya!

ini mungkin karena saya tidak bersungguh-sungguh dan tidak fokus makanya saya lupa.

Malam ini saya mau iklan, memanfaatkan Insight Audience, kita lihat apakah hasilnya mengharukan. soalnya sih, kalau kita pakai insight ini, kita memasukan interest nya tidak ngaco. so, solat magrib dulu

Semoga Allah Swt Mudahkan

-----------------------------------------------------------

Sabtu, 19 Maret 2016

Mr. Draft

Lately,
saya suka curhat disini, soalnya blog ini hampir ndak ada trafik. hihi. makanya PEDE kalau update disini.
Coba tengok FB gue? mlompong.
Bingung saya mau update apa. soalnya ndak punya ilmu yg jos untuk dibagikan. dan ingat, saya belum pintar menulis juga. kalau curhat di blog gini saja, bingung mau kemana wkwk.
iseng2 nulis apa gitu di FB juga ndak bisa "lepas". hawane terbebani. apalagi teman FB itu ustadz, dosen, dll. wihhh, ndak punya mental coi. huhu

biar lah blog ini jadi diari yang bisa saya baca2 sendiri sambil belajar nulis.



hehe, lihat gambar. bahkan disini pun sepertinya ada yang malu2 untuk publish? hehe. ndak sih, itu kurang bener aja temanya, makanya ndak di publish.

hey Mr.Draft, sementara segini dulu ndak apa apa lah, masih muda, terus belajar, berusaha berkarya di landasi ilmu syar'i dan tidak beraksi serampangan. supaya apa yang kita tuang di Internet bisa memperberat timbangan amal sholeh kala di akhirat nanti.

huuh, semoga tidak terlalu santai dan lalai,
musuh gue kaum sekuler sudah 10 tingkat di atas gueee, kejaaar!

Selasa, 15 Maret 2016

Split test

16 maret 2016



Split test, yups. saya sebenarnya tak begitu paham maksudnya. tapi sedikit yang saya pahami, split test adalah membandingan 2 postingan FB dengan masing2 gambar yang berbeda. gak mesti gambar sih, Copywriting juga bisa. gak mesti 2 post sih, banyak juga boleh.

yuks, hari ini secara resmi saya memulai split test gambar pertama. dulu mungkin pernah, tapi mungkin ndak resmi (gak niat) wkwk. I dont know, 2 bulan terakhir saya tertarik untuk bereksperimen menggunakan model untuk produk baju saya. dengan kamera bagus dan hasil menawan, tapi sayang endingnya rawan. interaksi sedikit, juga penurunan omset. mungkin juga ini karena timing sih, soalnya sepertinya produk baju saya itu tidak evergreen (laku sepanjang waktu).

tapi yang agak mencengangkan yaitu interaksi konsumen kami tentang konten kami di social media. sekilas kasat ini sangat mengalami penurunan, padahal dulu cuman pakai backgrond kertas di foto dari atas interaksinya jos dan iklan senantiasa bagus.

Well, pagi ini saya start posting konten dan iklan menggabungkan kedua elemen (foto model dan produk tanpa foto model). Alhamdulallah Hape CS centang centung. ini belum berlanjut, tunggu update selanjutnya, . . . . belum juga 1 jam guys, bentar ya . . . .

-------------

Update, 19/03/2016

Hehe, iklan dah berhenti kemarin2 guys, lupa ndak ngasih tahu. performa biasa aja. tapi ada yang beda memang setelah kami mengalami penurunan omset sekitar 2 bulan belakangan. setelah ganti style foto produk, atas izin Allah Swt, kami merasa lebih mudah closing. walau masih jauh dari target omset 1 juta perhari. But Alhamdulillah, saya merasa berada di track yg benar.

tapi, yang jadi banyak problem sekarang adalah performa iklan. setelah ganti foto, lumayan lah bisa bangkit. Alhamdulillah. dengan catatan, kualitas masih jauh dari performa yang apik. entah apa yang harus di TWEAK. budget? i dot really know.

anyway, sepertinya topik curhat about split test ini sudah mulai membosankan, stop aja ya? nanti buat judul curhat lagi tentang tema yang lain.

Gagal lalu bersedih itu memang manusia, tapi kalau sedih terus kapan berhasil? biasa aja yah kata mutiara gue? wkwk emang ndak ahli seperti Mario teguh. intine wis, bangkit atau habis.

hehe, Alhadulillah, seraya update tulisan ini, saya nemu status yang superb (jadi malu) -->

ini wejangan yang bagus bagi yang sedih --> GOLD

Kemudian ini ilmu yang mungkin bagus bagi yang bersedih --? Test

Jumat, 11 Maret 2016

Kehilangan Pelanggan



kira-kira 2 maret 2016 lalu, saya putuskan untuk menghilangkan video-video di channel Awan Film. hehe, iya, Awan Film dengan lika-liku pencarian jati diri nya. mulai dari Vlog tahun 2010 an, memantapkan diri di deretan top channel komedi indonesia tahun 2012, hingga sekarang atau hari ini Awan Film bukan siapa-siap lagi. kembali sunyi, kembali sendiri. setelah tahun 2012 itu saya (the man behind Awan Film) sedang mengalami fase perpindahan dari dunia gemerlap menuju dunia biasa saja namun penuh arti, dan Alhamdulillah, Allah SWT lembutkan hati ini. kalau mengingat, ini benar-benar proses. dan semoga setiap harinya semakin lembut.

Saya mungkin seperti biasa, karena tak pintar nulis, maka blog kali ini ini mungkin akan terbaca berantakan. dan tak ingin banyak cerita, mari menyingkatnya.

setelah saya hilangkan Video-video yang semakin populer itu, maka saya lihat pelanggan mulai berkurang. sedih, namun tak apa. Allah Swt akan ganti yang baru dan berkah. amin

but why?
mungkin saya tak bisa jelaskan sekarang. tapi yang jelas, melalui Awan Film yang baru ini saya ingin meraih ridho Allah SWT. bermanfaat bagi masyarakat. dan memperberat amal baik kelak di akhirat,

kini mulai merintis lagi, dalam sunyi dan sendiri.

dan video di atas mengawali Awan Film yang baru