Kamis, 27 Desember 2018

Khawatir Pada Tempatnya

Lads, kalau ada kawan yg sedang merintis bisnis janganlah bawaanya khawatir dan pesimis melulu. Apalagi kalau sampai keblabasan nyinyir dibelakang? tega dah. selama jalan yang dia tempuh halal, so what? jika anda pikir dia terlalu bodoh menempuh jalan itu, barangkali itu cuma prasangka Anda, khusnuzon saja, toh anda tidak pernah tau dibalik layar riset dan ikhtiarnya seperti apa. selama keadaan masih normal dan tidak mengganggu Anda, jangan bebani pikiran anda, maka khawatirlah pada tempatnya. kalau pun teman anda gagal, itu kan cuma perkara dunia, yang insyaaAllah bisa di cari lagi? apa iya kegagalan itu akan jadi dosa bagi dia? kalau enggak berarti case closed ya?

yang aneh itu, kalau anda dan saya tidak khawatir dengan bagaimana cara teman-teman anda bermuamalah. Anda dan saya tidak khawatir dengan bagaimana temen-teman anda mendapatkan harta mereka.
coba cek pertanyaan berikut yang sejatinya tidak perlu saya dan anda jawab,
1. Apakah kita pernah khawatir saat teman anda ingin kerja di bank ribawi, perpajakan, insurance, dll?
2. Apakah kita pernah khawatir saat teman-teman kita menghasilkan uang dangan cara syubhat?
3. Apakah kita pernah khawatir dengan teman-teman kita yang begitu mudahnya melakukan suap dipekerjaanya?
4. Apakah kita pernah khawatir dengan teman-temanyang sangat bermudahan dalam menerjang yang haram?
5. atau jangan jangan kita yang malah terlibat dengan poin-poin diatas? hiii

atau gini deh, selemah-lemah iman lah, pernahkan kita khawatir lalu mendoakan teman- teman kita itu?
anehnya kita malah mewajarkan mereka dengan dasar tuntutan profesi kek, prestise kek, tetekbengek . . .
dan lucunya kita ini malah malu, iba dan kasian bahkan khawatir kalau ada kawan yang kerja nya cuma jadi pedagang kecil, . . . kita ini memang terbiasa khawatir tidak pada tempatnya.

Tidak ada komentar: